Profil Wilayah Kabupaten Dompu

1.   Sejarah Kabupaten Dompu

Sebagaimana daerah-daerah lain di Indonesia, Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mempunyai catatan sejarah tersendiri. Seperti halnya Sejarah Kesultanan Lombok, Sejarah Kesultanan Sumbawa, dan Sejarah Kesultanan Bima, Dompu dahulu kala juga merupakan salah satu daerah bekas kerajaan atau kesultanan. Kerajaan Dompu merupakan salah satu kerajaan yang paling tua khususnya di Indonesia Bagian Timur. Arkeolog dari Pusat Balai Penelitian Arkeologi dan Purbakala, Sukandar dan Kusuma Ayu dari berbagai hasil penelitiannya menyimpulkan Dompu atau (Kerajaan Dompo) adalah kerajaan yang paling tua di wilayah timur Indonesia.

Berdasarkan catatan sejarah di Dompu, sebelum terbentuknya kerajaan di daerah tersebut, telah berkuasa beberapa kepala suku yang disebut sebagai “Ncuhi” atau raja kecil. Ncuhi terdiri atas empat orang yakni Ncuhi Hu`u yang berkuasa di daerah Hu`u (sekarang Kecamatan Hu`u), Ncuhi Soneo yang berkuasa di daerah Soneo dan sekitarnya (sekarang Kecamatan Woja dan Dompu). Selanjutnya Ncuhi Nowa berkuasa di Nowa dan sekitarnya serta Ncuhi Tonda berkuasa di Tonda (sekarang wilayah Desa Riwo Kecamatan Woja Dompu). Dari keempat Ncuhi tersebut yang paling dikenal adalah Ncuhi Hu`u.

 2.   Luas dan Batas Wilayah

Kabupaten Dompu terletak diantara 117°42¢ sampai 118°30¢ Bujur Timur dan 8°06¢ sampai 9°05¢ Lintang Selatan, dengan luas wilayah 232.455 Ha daratan dan 239.296 Ha perairan (wilayah perairan Teluk Saleh, Cempi dan Teluk Sanggar) Adapun batas – batas administrasi Kabupaten Dompu adalah sebagai berikut :

-  Sebeleh Utara berbatasan dengan Laut Flores dan Sebagian Kabupaten Bima

-  Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia

-  Sebeleh Timur berbatasan dengan Kabupaten Bima

-  Sebelah Barat   berbatasan dengan Kabupaten Sumbawa

Secara administratif wilayah Kabupaten Dompu terbagi atas 8 Kecamatan yaitu Kecamatan Dompu, Kecamatan Pajo, Kecamatan Hu’u, Kecamatan Manggelewa, Kecamatan Kempo, Kecamatan Pekat dan Kecamatan Kilo

Tabel Luas Wilayah Dirinci Per Kecamatan Kabupaten Dompu Tahun 2010

No.

Kecamatan

Luas (Km²)

Persentase (%)

1

Hu’u

186.50

8.02

2

Dompu

223.27

9.60

3

Woja

301.16

12.96

4

Kilo

235.00

10.11

5

Kempo

191.67

8.25

6

Pekat

875.17

37.65

7

Pajo

135.32

5.82

8

Manggelewa

176.46

7.59

Jumlah Total

2324.55

100.00

Sumber : Kabupaten Dompu dalam Angka 2010

3.   Kondisi Fisik

Topografi

Ketinggian tanah wilayah Kabupaten Dompu dikelompokan atas ketinggian 0 – 100 m.dpl (diatas permukaan laut) yang mencapai 31,28% dari luas wilayah Kabupaten Dompu atau 72.705 Ha, ketinggian 100 – 5000 m.dpl dengan luas tortal sekitar 107.815 Ha atau mencapai 46,38 % Ketinggian 500 – 1000 m.dpl terdapat sekitar 34.150 Ha dan ketinggian diatas 1000 m.dpl terdapat disekitar Kecamatan Pekat, Kempo dan Kilo serta Gunung Tambora. Ketinggian tanah diatas 1000m.dpl memiliki luas total sekitar 17.785 Ha.

Luas Wilayah Berdasarkan Ketinggian di Kabupaten Dompu Tahun 2010

No.

Kecamatan

Ketinggian d.pl (meter)

Ha

0-100

100-500

500-1000

> 1000

1

Hu’u

9325.20

6639.36

978.69

0

16943.25

2

Dompu

4824.00

14982.00

4965

13

24784.00

3

Woja

7910.00

14065.00

6348

1796

30116.00

4

Kilo

5805.00

13039.00

4650

6

36813.00

5

Kempo

5645.12

8437.00

2569.32

2491.32

45508.84

6

Pekat

2695.00

37859.00

11529

11179

23500.00

7

Pajo

7034.80

5008.64

738.31

0

12781.75

8

Manggelewa

5210.88

7788.00

2371.68

2299.68

42008.16

Jumlah

48450.00

107818.00

34150

17785

232455.00

Sumber : Bappeda Kabupaten Dompu 2010

 

Kemiringan

Kelerengan/kemiringan tanah di Kabupaten Dompu diklasifikasikan menjadi 4 (empat) klasifikasi yaitu 0-2% seluas 42.167 Ha, 2-15% dengan total luas sekitar 71.229 Ha, kelerengan 15-40% memliki luas mencapai 87.796 Ha dan kemiringan di atas 405 dengan luas total 31.262 ha.

Luas Wilayah Berdasarkan Kemiringan Lereng di Kabupaten Dompu Tahun 2010

No.

Kecamatan

Klasifikasi Lereng (Ha)

Km

0-2%

2-15%

15-40%

>40%

1

Hu’u

3055.20

5082.69

6946.59

1858.77

16943.25

2

Dompu

4710.00

3222.00

9913

6939

24784.00

3

Woja

5723.00

3915.00

12046

8432

30116.00

4

Kilo

3995.00

470.00

13865

5170

36813.00

5

Kempo

3445.52

8422.96

6125.6

1148.68

45508.84

6

Pekat

15753.00

38507.00

28005

5251

23500.00

7

Pajo

5360.43

3834.31

5240.41

1402.23

12781.75

8

Manggelewa

3180.48

7775.04

5654.4

1060.32

42008.16

Jumlah Total

45222.63

71229.00

87796

31262

232455.00

Sumber : Bappeda Kabupaten Dompu 2010

 

Geologi

  • Endapan Permukaan (Qal) terdiri atas kerikil, pasir dan lempung, yang menyebar di Kecamatan Dompu, Woja, Pajo, Hu’u, Kempo, Maggelewa dan Pekat.
  • Batuan gunung api, dijumpai di daerah air yang terbagi menjadi Hasil gunung api muda, seluruhnya terdapat di Kecamatan Kempo dan bersumber dari Gunung Api Tambora (Wilayah Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima).

Jenis Tanah

Jenis tanah yang ada di Kabupaten Dompu sebagian besar merupakan litosol kompleks, mediteran coklat, kompleks renzina dan litosol seluas 63.194 Ha atau sekitar 27,1% dari luas wilayah Kabupaten Dompu. Sedangkan jenis tanah yang memiliki luas paling sedikit adalah jenis tanah Regosol coklat dengan luas total sekitar 1.175 Ha atau sekitar 0,5 % dari luas wilayah Kabupaten Dompu.

Klimatologi

Kabupaten Dompu beriklim tropis, dipengaruhi oleh musim kemarau dan musim hujan, dengan musim hujan rata – rata mulai Oktober sampai April setiap tahun dan pada bulan Oktober sampai Maret angin bertiup dari barat daya ke timur laut dengan membawa hujan. Menurut Smith dan Ferguson. Kabupaten Dompu memiliki iklim tipe D, E dan F yang pada musim kemarau suhu udara relatif rendah yaitu 20°C – 30°C pada siang hari dan 20°C pada malam hari.

Keadaan curah hujan di Kabupaten Dompu menunjukan bahwa rata – rata curah hujan untuk Kecamatan Hu’u adalah 64 mm/bulan, Kecamatan Dompu 110 mm/bulan, Kecamatan Kempo 60 mm/bulan , Kecamatan Woja 85 mm/bulan Kecamatan Pekat 70 mm/bulan dan Kecamatan Kilo 64 mm/bulan.

Hidrologi

Kabupaten Dompu tergolong daerah yang banyak dialiri sungai yaitu 124 sungai dan pada umumnya dimanfaatkan untuk pengairan lahan pertanian. Sebaran sungai di Kabupaten Dompu terdapat di Kecamatan Hu’u yang dialiri 8 sungai, Kecamatan Pajo yang dialiri 3 sungai, Kecamatan Dompu dialiri 1 sungai, Kecamatan Kempo dialiri 8 sungai, Kecamatan Manggelewa dialiri 3  sungai, Kecamatan Kilo dialiri 10 sungai dan Kecamatan Pekat dialiri 85 sungai.

Akibat kondisi iklim yang kurang menguntungkan maka musim hujan debit air cukup besar, tetapi pada musim kering menurun hingga 25 % atau sebagian besar sungai – sungai kering (tidak berair). Disamping itu Kabupaten Dompu memiliki potensi sumber mata air sebanyak 37 buah yang tersebar di Kecamatan Hu’u 6 buah mata air, di Kecamatan Dompu 6 buah, di Kecamatan Kempo 17 dan Kecamatan Kilo 8 buah selain itu juga terdapat 21 buah bendungan irigasi/waduk yang perlu dijaga kelestarian serta keberadaannya untuk pemanfaatan air bersih maupun pertanian.

4.   Jumlah dan Kepadatan Penduduk

Tahun 2010 Jumlah Penduduk Kabupaten Dompu adalah sebesar 218.984 jiwa yang terdiri atas laki-laki 110.704 jiwa dan perempuan 108.280 jiwa yang berarti penduduk laki-laki lebih banyak dari pada perempuan, dengan tingkat Kepadatan 94.20 jiwa/km2, ini memperlihatkan penduduk Kabupaten Dompu masih jarang.

Jumlah dan Kepadatan Penduduk Kabupaten Dompu Tahun 2010

No

Kecamatan

Luas Wilayah (Km²)

Jumlah Penduduk (jiwa)

Kepadatan (Jiwa/Km²)

Laki-Laki

Perempuan

Jumlah

1

Dompu 223.27 24,937 24,966 49,903 224

2

Woja 301.16 26,184 25,410 51,594 171

3

Manggelewa 176.46 14,049 13,727 27,776 157

4

Kempo 191.67 9,180 8,980 18,160 95

5

Kilo 235.00 6,211 5,855 12,066 51

6

Hu’u 186.50 8,093 7,948 16,041 86

7

Pajo 135.32 6,385 6,194 12,579 93

8

Pekat 875.17 15,665 15,200 30,865 35

Jumlah

2324,55 110,704 108,280 218,984 94

Sumber : BPS Kabupaten Dompu Tahun 2010

 

Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010 diketahui laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Dompu antara tahun 2000-2010 adalah sebesar 1.43 persen pertahun. Kecematan yang memiliki laju pertumbuhan penduduk tertinggi adalah kecamatan Pekat yakni 2.25 persen dan yang terendah kecamatan Kempo yakni sebesar 0,44 persen.

5.   Perekonomian

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan dasar untuk mengukur nilai tambah yang dihasilkan akibat adanya berbagai aktifitas ekonomi oleh penduduk di suatu wilayah. PDRB Kabupaten Dompu berdasarkan harga berlaku tahun 2007 adalah 1.390,314 milyar rupiah dan atas dasar harga konstan tahun 2000 sebesar 812,709 milyar rupiah.

Secara umum struktur perekonomian Kabupaten Dompu masih didominasi olah sektor Pertanian. Sektor-sektor lain yang memberikan sumbangan cukup besar adalah sektor Perdagangan khususnya sub sektor Perdagangan Besar dan Eceran, kemudian diikuti oleh sektor Jasa-jasa dan Bangunan.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Dompu tahun 2007 mencapai 4,97 persen dimana pada tahun sebelumnya pertumbuhan ekonomi mencapai 4,11 persen. PDRB per kapita diperoleh dengan membagi PDRB dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. PDRB per kapita Kabupaten Dompu atas dasar harga berlaku tahun 2007 adalah 6,610 juta rupiah dan pada tahun 2006 adalah 5,978 juta rupiah, berarti mengalami peningkatan sebesar 10,57 persen.