Profil Wilayah Kabupaten Lombok Timur

1.   Sejarah Kabupaten Lombok Timur

Pada masa penjajahan Belanda Pulau Lombok dan Bali dijadikan satu wilayah kekuasaan pemerintahan dengan status Karesidenan dengan ibukota Singaraja berdasarkan Staabtlad Nomor 123 Tahun 1882 kemudian berdasarkan Staatblad Nomor 181 tahun 1895 tanggal 31 Agustus 1895 Pulau Lombok ditetapkan sebagai daerah yang diperintah langsung oleh Hindia Belanda.

Untuk Lombok Timur dibagi menjadi 7 wilayah kedistrikan yaitu Pringgabaya, Masbagik, Rarang, Kopang, Sakra, Praya dan Batukliang. Akibat pecahnya perang Gandor melawan Belanda tahun 1897 dibawah pimpinan Raden Wirasasih dan Mamiq Mustiasih maka pada tanggal 11 Maret 1898 ibukota Lombok Timur dipindahkan dari Sisi’ ke Selong.

Seiring dengan terbentuknya daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Barat dengan Undang-Undang Nomor 54 Tahun 1958 maka dibentuk pula 6 (enam) Daerah Tingkat II dalam lingkungan Propinsi Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Barat berdasarkan Undang-Undang Nomor 59 Tahun 1958. Secara yuridis formal maka daerah Swatantra Tingkat II Lombok Timur terbentuk pada tanggal 14 Agustus 1958 yaitu sejak di undangkannya Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958 dan Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958.

 2.   Luas dan Batas Wilayah

Kabupaten Lombok Timur secara geografis terletak antara 116° – 117° Bujur Timur dan 8° – 9° Lintang Selatan. Luas wilayahnya tercatat 267.988 ha, terdiri atas daratan seluas 160.555 ha atau (59,91 %) dan lautan seluas 107.433 ha (40,09 %). Secara administratif Kabupaten Lombok Timur terdiri dari 20 Kecamatan, 13 kelurahan, 106 Desa, 772 lingkungan/dusun dengan batas administrasi sebagai berikut :

-  Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Jawa

-  Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudra Indonesia

-  Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Lombok Tengah

-  Sebelah Timur berbatasan dengan Selat Alas

Tabel Luas Wilayah Kabupaten Lombok Timur dirinci per Kecamatan (Ha)

No

Kecamatan

Luas Area (Ha)

Persentase (%)

1.

Keruak

4.049

2,25

2.

Jerowaru

14.278

8,89

3.

Sakra

2.509

1,56

4.

Sakra Barat

3.230

2,01

5.

Sakra Timur

3.704

2,31

6.

Terara

4.141

2,58

7.

Montong Gading

2.566

1,60

8.

Sikur

7.827

4,87

9.

Masbagik

3.317

2,07

10.

Pringgasela

13.426

8,36

11.

Sukamulia

1.449

0,90

12.

Suralaga

2.702

1,68

13.

Selong

3.168

1,97

14.

Labuhan Haji

4.957

3,09

15.

Pringgabaya

13.620

8,48

16.

Suela

11.501

7,16

17.

Aikmel

12.292

7,66

18.

Wanasaba

5.589

3,48

19.

Sembalun

21.700

13,52

20.

Sambelia

24.522

15,27

Jumlah

160.555

100,00

       Sumber : Kabupaten Lombok Timur Dalam Angka 2010

3.   Kondisi Fisik

Topografi

Berdasarkan topografi wilayahnya, Kabupaten Lombok Timur terletak pada ketinggian antara 0 – 3.726 meter diatas permukaan laut dengan kemiringan lereng bervariasi mulai dari klas kemiringan lereng antara 0 – 2 % sampai klas kemiringan lereng lebih dari 40 %. Hasil perhitungan BPN Kabupaten Lombok Timur menetapkan bahwa :

  • Kelas kemeringan lereng antara 0-2 % adalah berupa daerah dataran yang tersebar di Kecamatan Jerowaru, Keruak, Labuhan Haji dan Pringgabaya dengan luas keseluruhan mencapai 25.760 Ha;
  • Kelas kelerengan antara 2-15% tersebar di Kecamatan Sakra, Sakra Barat, Sakra Timur, Masbagik, Pringgasela, Aikmel, Wanasaba, Suela dan Sambalia dengan luas wilayah keseluruhan mencapai 96,763 Ha;
  • Kelas kelerengan antara 15-40% mencakup Kecamatan Suela dan sebagian wilayah Kecamatan Sembalun;
  • Kelas kelerengan lebih dari 40% meliputi daerah Pegunungan rinjani dengan luas wilayah mencapai 13.810 Ha.

 

 

Jenis Tanah

Adapun penyebaran jenis tanah berdasar kan wilayah kecamatan yang ada diperoleh gambaran sebagai berikut:

  • Tanah jenis Grumosol tersebar di Kecamatan Keruak, Jerowaru, Terara, Montong Gading, Sikur, Sukamulia, Suralaga, Selong, Labuhan Haji, sebagian Aikmel, Wanasaba dan sebagian Kecamatan Sembalun, dengan luas 38.423 Ha (23,93%) dari seluruh luas Kabupaten Lombok Timur.
  • Kecamatan Keruak dan Jerowaru mempunyai luas Grumosol 18.462 Ha (11,50%), sedagkan Kecamatan Sukamulia dan Suralaga hanya 23 Ha.

Klimatologi

Seperti daerah lainnya di Indonesia, Kabupaten Lombok Timur juga beriklim tropis yang ditandai dengan dua musim yaitu musim panas dan musim penghujan. Curah hujan rata-rata sebesar 1882 mm/tahun dengan jumlah hari hujan perbulan 15 hari. Keadaan iklim di Kabupaten Lombok Timur termasuk iklim tropis dengan tempertur tertinggi berkisar 30 – 33ºC dan temperatur terendah berkisar 20 – 25ºC.

Hidrologi

Wilayah Kabupaten Lombok Timur dilalui oleh banyak aliran sungai dan anak sungai, akan tetapi tidak semua sungai berair sepanjang tahun. Danau hanya satu di daerah ini, yaitu danau Segara Anak yang berada diperbatasan antara Kabupaten Lombok Barat dengan Kabupaten Lombok Timur, yang luasnya kira-kira 30 Km² dengan kedalaman tertinggi 200 meter.

 4.   Jumlah dan Kepadatan Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Lombok Timur tahun 2010 mencapai 1.105.671 jiwa, yang terdiri dari pria 514.327 jiwa dan wanita 591.344 jiwa. Tingkat kepadatan eksisting selama 5 tahun terakhir kabupaten Lombok Timur rata-rata 213 jiwa/Km berdasarkan analisa tingkat kepadatan penduduk pada tahun proyeksi menunjukkan angka peningkatan sebesar 1%. Tingkat kepadatan penduduk kabupaten Lombok Timur hingga tahun 2009 diperkirakan sebesar 240 jiwa/Km. Dilihat dari kepadatan penduduk, kecamatan dikelompokkan kedalam tiga kategori kepadatan, yaitu :

-  Tinggi (> 2.000 jiwa per km2) meliputi Sakra, Masbagik,Sukamulia dan Selong

-  Sedang (1000 – 2000 jiwa per km2) meliputi Keruak, Sakra Barat, Sakra Timur, Terara, Montong Gading, Suralaga,Labuhan Haji dan Wanasaba

-  Rendah (< 1000 jiwa per Km2) meliputi Jerowaru, Sikur,Pringgasela, Pringgabaya, Suela,Aikmel, Sembalun dan Sambelia.

Sedangkan untuk tingkat pertumbuhan penduduk di Kabupaten Lombok Timur rata-rata berkembang sebesar 16.8 % pertahun.

Tabel Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Lombok Timur Tahun 2003 – 2010

No

Tahun

Jumlah Penduduk (Jiwa)

Laju Pertumbuhan
(%)

Laki-laki

Perempuan

1

2003

469.891

542.962

-

2

2004

472.662

550.179

0,98

3

2005

474.714

558.955

1,06

4

2006

480.791

572.556

1,90

5

2007

486.645

581.028

1,36

6

2008

493.007

588.623

-

7

2009

496.312

599.853

-

8

2010

514.327

591.344

-

Sumber: BPS Lombok Timur (2009/2010)

 5.   Perekonomian

Dalam periode 2003 – 2006 sektor pertanian memberikan konstribusi terbesar terhadap PDRB Kabupaten Lombok Timur dengan kontribusi sebesar 40,95 % (2003),  40,95 % (2004), 40,25 % (2005) dan 38,95 % (2006). Meskipun kontribusi terbesar PDRB berasal dari sektor pertanian; namun sektor ini belum mendapat perhatian selama periode 2003 – 2006 yang ditunjukkan dengan menurunnya kontribusi sektor pertanian dalam periode 2003 – 2006. Dalam pada itu, sektor lain yang memberikan kontribusi terhadap PDRB setelah sektor pertanian adalah perdagangan, hotel dan restoran dengan kontribusi sebesar 15,65 % (2003), 15,49 % (2004), 15,57 % (2005), 16,44 % (2006).